Bawah Dagu Muslimah Termasuk Aurat

Beberapa waktu lalu, bahasan mengenai bawah dagu mengemuka di WAG Media Kajian Muslimah PKY. Ilmu penting dan menarik nih. Mengingat rupanya banyak muslimah yang tidak mengetahui kalau bawah dagu itu termasuk aurat yang juga wajib ditutup. Baik saat shalat, maupun saat keluar rumah dan di depan non mahram bagi yang tidak bercadar.

Dan sebenarnya, saya termasuk dalam jajaran yang baru mengetahui hal tersebut. Ngapain aja saya selama ini??? Tepuk jidat!

Tapi ya alhamdulillah, akhirnya saya tahu juga mengenai hal tersebut. Sehingga berikutnya, bisa lebih berhati-hati.

Nah, beli ciput dagu menjadi salah satu ikhtiar saya. Karena memang kerudung-kerudung yang saya miliki dirancang terbuka area bawah dagunya.

Tapi saya sedang nggak jualan ciput dagu ya. Cuman menginfokan kalau ternyata ada lho ciput semacam itu di lapak online. ^^

Oya, berikut beberapa referensi yang membahas mengenai bawah dagu muslimah ⤵


Referensi 1

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du ….

Untuk memahami apakah bagian bawah dagu wanita termasuk aurat ataukah tidak, kita perlu memahami batasan wajah.

Imam an-Nawawi menjelaskan batasan umum untuk wajah,

والوجه عند العرب ما حصلت به المواجهة

”Wajah dalam bahasa arab adalah anggota badan untuk saling berhadap-hadapan.” (Al-Majmu’, 1:364)

Imam Asy-Syirazi — ulama Syafi’iyah — (wafat 476 H) menjelaskan batasan wajah secara lebih rinci,

والوجه ما بين منابت شعر الرأس إلى الذقن ومنتهى اللحيين طولاً، ومن الأذن إلى الأذن عرضاً

“Wajah adalah wilayah antara tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu, ujung dua rahang. Batas membentang antara telinga sampai telinga satunya.” (Al-Muhadzdzab, hlm. 36)

Ketika menjelaskan keterangan Asy-Syairazi, Imam An-Nawawi mengatakan,

هذا الذي ذكره المصنف في حد الوجه هو الصواب الذي عليه الأصحاب ونص عليه الشافعي رحمه الله في الأم.

”Batasan wajah seperti yang disebutkan penulis, itulah batasan yang benar, yang diikuti oleh para ulama Syafi’iyah, dan yang ditegaskan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab Al-Umm.” (Al-Majmu’, 1:371)

Keterangan yang senada juga disampaikan dalam referensi Malikiyah. Di antaranya disampaikan oleh Al-Haththab,

أَنَّ حَدَّ الْوَجْهِ طُولًا مِنْ مَنَابِتِ شَعْرِ الرَّأْسِ الْمُعْتَادِ إلَى مُنْتَهَى الذَّقَنِ فِي حَقِّ مَنْ لَيْسَتْ لَهُ لِحْيَةٌ وَأَمَّا مَنْ لَهُ لِحْيَةٌ فَيَغْسِلُ ظَاهِرَهَا وَلَوْ طَالَتْ. وَالذَّقَنُ مَجْمَعُ اللَّحْيَيْنِ

“Bahwa batas wajah adalah tempat tumbuh rambut normal bagian depan hingga ujung janggut, bagi orang yang tidak memiliki jenggot. Adapun bagi orang yang memiliki jenggot, maka dia harus mencuci bagian permukaan jenggotnya, meskipun panjang. Dzaqan (dagu) adalah daerah bertemuanya dua tulang rahang.” (Mawahib Al-Jalil, 2:89)

Berdasarkan keterangan tentang batas wajah di atas, maka bawah dagu — yaitu daerah antara ujung janggut dengan leher — bukan termasuk wajah, sehingga bagi wanita, daerah itu terhitung aurat.

Penegasan ini disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, ketika membahas batas aurat untuk bawah dagu,

وبهذا كله يتبين أن أسفل الذقن ليس من الوجه، ولا يجوزُ للمرأة كشفه في الصلاة، لأنه ليس مما تحصلُ به المواجهة

“Berdasarkan keterangan di atas, bawah dagu bukan termasuk wajah. Tidak boleh bagi wanita untuk membukanya (secara sengaja) dalam shalat. Karena bagian ini, bukan anggota badan yang digunakan untuk berhadap-hadapan.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 121534)

Allahu a’lam.

— Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits
— Sumber: https://muslimah.or.id/5544-apakah-bawah-dagu-wanita-termasuk-aurat.html


Referensi 2

Pertanyaan :

Mohon dijelaskan batasan wajah wanita yang boleh nampak, apakah area di bawah dagu termasuk wajah?

Jawaban :

Pertama-tama, status wajah wanita menurut pendapat yang paling kuat secara dalil maupun historis; adalah termasuk yang harus ditutupi, terutama bila ia masih muda dan menarik. Ada segelintir ulama yang membolehkan wanita menyingkap wajahnya dengan catatan tidak menimbulkan fitnah.

Ala kulli haal, bila anda termasuk yang mengikuti pendapat kedua ini, maka bagian bawah dagu bukanlah termasuk ‘wajah’ sehingga harus ditutupi. Karena batasan wajah ialah sampai pertemuan kedua rahang bawah kanan dan kiri. Wajah secara bahasa ialah bagian yang terlihat ketika seseorang menghadap orang lain. Berhubung mayoritas manusia ketika berhadap-hadapan tidak menampakkan bagian bawah dagunya, berarti ini bukan bagian dari wajah yang boleh dibuka.

Batasan wajah menurut madzhab Syafi’i ialah dari bagian dahi yang biasanya ditumbuhi rambut hingga ke ujung dagu. Dan dari cuping telinga kanan hingga cuping telinga kiri. Cuping artinya tulang rawan kecil yang menonjol seperti bisul di tengah telinga.

والله تعالى أعلم

— Konsultasi Bimbingan Islam
— Dijawab oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc MA
— Sumber: https://bimbinganislam.com/apakah-bawah-dagu-termasuk-wajah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s