Petuah Umamah binti Harits pada Putrinya

“Wahai, putriku! Tidak lama lagi engkau akan meninggalkan rumah ini, dan terbang dari sangkar yang telah menjadi tempatmu tumbuh.

Engkau akan pergi menuju suami yang tak pernah engkau kenal sebelumnya. Maka jadilah engkau dayangnya, niscaya dia akan menjadi budakmu.

Jagalah sepuluh perkara berikut, niscaya ini akan menjadi bekal berharga bagimu.

Pertama dan kedua: Bersikaplah qana’ah dan patuhilah suamimu.

Ketiga dan keempat: Jagalah kesejukan penglihatan dan penciuman suamimu. Jangan sampai matanya melihatmu berpenampilan buruk, dan hidungnya menciummu beraroma busuk.

Kelima dan keenam: Perhatikanlah waktu tidur dan waktu makan suamimu. Karena lapar dan kurang tidur bisa membangkitkan amarah.

Ketujuh dan kedelapan: Jaga harta suamimu: perhatikanlah dia dan keluarganya dengan baik. Inti dari menjaga harta adalah pandai mengatur keuangan, dan inti dari merawat keluarga adalah pandai mendidik.

Kesembilan dan kesepuluh: Jangan sampai melanggar perintah suamimu dan membongkar rahasianya. Jika melanggar perintahnya berarti engkau telah mengkhianatinya.

Jangan sekali-kali engkau bergembira di hadapannya ketika dia sedang susah, dan jangan sekali-kali engkau berduka di hadapannya ketika dia sedang bergembira.”

(Al-‘Aqdul Farid (II/420).


— Ditulis oleh Ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah ta’ala dalam buku BUHUL CINTA.