Random

Antara Ayah dan Putri Kecilnya

Saya menemukan sebuah cerita anak menarik di situs Let’s Read! (Ada versi aplikasinya juga di Google Play). Judulnya Apa Bunga yang Paling Indah? Ditulis oleh Lintang Fardyani.

Ceritanya sederhana saja. Tentang seorang anak perempuan yang bergembira menyambut kepulangan ayahnya. Nam namanya. Sang ayah bilang, kalau dia baru menemukan bunga paling indah di dunia.

Nam penasaran. Ia ingin memetiknya sendiri. Tapi Nam kebingungan. Karena banyak bunga yang indah.

Nam bertanya pada ayahnya, bunga apa yang paling indah? Kata ayah, baginya bunga yang paling indah di dunia ada di dalam cermin. Itu adalah Nam.

So sweet banget kan? Entah mengapa saya selalu terharu dengan keakraban seorang ayah dan putri kecilnya. Seperti ada ruang khusus di antara keduanya yang tidak dapat dimasuki ibu ataupun saudara lelakinya.

Di lain waktu, saya juga pernah membaca salah satu tulisan Oki Muraza dalam bukunya Dari Delft Hingga Madinah.

Dalam tulisannya yang diberi judul Epilog Seorang Ayah dan Putrinya, Oki Muraza membuka cerita dengan terkesimanya ia mengamati keakraban antara seorang ayah dengan putrinya yang masih kanak-kanak.

Oki Muraza menggambarkan bahwa, “Hubungan ayah dan putrinya memang khas. … Hubungan kasih sayang yang sepertinya hanya dipahami oleh sang ayah dan putrinya sendiri.” (Dari Delft Hingga Madinah, Hal 14 – 15)

Hampir senada dengan apa yang saya pikirkan.

Rupanya jalinan keakraban antara ayah dan putrinya berdampak pada perkembangan psikologis sang putri. Terutama saat masa remajanya.

Dalam sebuah artikel yang saya baca, keakraban ayah dan putrinya akan membuat sang putri tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai dirinya sendiri.

Kelak (insya Allah) ia tidak akan gampang tergoda rayuan gombal lelaki. Ia juga (insya Allah) tidak akan gampang depresi ataupun terjerumus pada seks bebas. Karena ia sudah merasa dicintai dengan tulus oleh sosok ayahnya.

Rasulullah ﷺ sendiri –sebagai uswatun hasanah bagi kaum Muslimin– begitu sayang pada putri bungsu beliau, Fatimah radhiallahu ‘anha. Hingga ketika Fatimah datang, beliau ﷺ bangkit menyambutnya dan menciumnya.

Dalam riwayat yang lain juga diceritakan, bahwa setiap pulang dari safar, beliau ﷺ menemui Fatimah terlebih dahulu sebelum menemui istri-istri beliau.

Fatimah pun sebaliknya. Ia amat menyayangi ayahnya. Dan ketika sang ayah wafat, Fatimah dilanda duka mendalam.

5 tanggapan untuk “Antara Ayah dan Putri Kecilnya”

    1. Iya…. Setelah baca review di blogmu tentang buku itu, aku jadi tertarik untuk baca juga. Alhamdulillah ternyata ada di Play Buku. Cuman bacanya masih nyicil2 nih. Soalnya mata agak sepet kalau baca ebook kelamaan 😅

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s