Ulasan Buku | 61 Kisah Pengantar Tidur – Muhammad bin Hamid Abdul Wahab

Judul buku: 61 Kisah Pengantar Tidur
Penulis: Muhammad bin Hamid Abdul Wahab
Penerbit: Darul Haq
Cetakan: XIII, 2016
Tebal: 181 hlm

Buku ini merupakan terjemahan dari Sittuna Qishshah Rawaha an-Nabi ﷺ wa ash-Shahabah al-Kiram. Isinya berupa 61 kisah yang diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah ﷺ dan para sahabat rodhia’allahu anhuma.

Versi asli buku ini diterbitkan pertama kali di Riyadh, KSA, pada tahun 1423 H/ 2002 M. Sedangkan versi terjemah dalam Bahasa Indonesia telah diterbitkan berulang kali. Buku yang saya punya merupakan cetakan ke-13 yang diterbitkan pada tahun 2016.

Kisah-kisah dalam buku ini merupakan hasil pilihan penulis yang telah beliau cek keshahihan haditsnya. Beliau juga menambahkan i’tibar (pelajaran) yang bisa dipetik dari masing-masing kisah.

Salah satu kisah yang menarik menurut saya adalah kisah yang diberi penulis judul Apa-apa yang Berada di Sisi Allah Tidak Akan Sia-sia. Kisah tsb diriwayatkan al-Bukhari, 1421 dan Muslim, 1022.

Berikut kisahnya:

Dari Abu Hurairah rodhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada seseorang berkata, ‘Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu.’ Lantas ia pergi untuk menyedekahkan sesuatu itu, ternyata sedekah tersebut jatuh ke tangan seorang pencuri.

Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada pencuri. Kemudian orang yang bersedekah tersebut berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala pujian, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.’

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu. Tanpa dia ketahui, ternyata sedekah tersebut jatuh ke tangan perempuan pelacur.

Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada perempuan pelacur. Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala pujian, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.’

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu, tetapi jatuh ke tangan orang yang kaya. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada orang yang kaya.

Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala pujian, beberapa kali saya telah bersedekah namun ternyata jatuh ke tangan pencuri, pelacur dan orang kaya.’

Seseorang datang lalu berkata kepadanya, ‘Adapun sedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan menyebabkan ia berhenti dari mencuri. Sedang sedekahmu kepada perempuan pelacur maka semoga ia segera memberhentikan dirinya dari berzina. Adapun sedekahmu kepada orang kaya, semoga ia mau mengambil pelajaran dan segera menafkahkan sebagian harta yang telah Allah karuniakan kepadanya’.”

(Hlm 100 – 101)

Penulis menyampaikan beberapa poin pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Diantaranya adalah ketetapan adanya pahala bagi seseorang yang bersedekah, sekalipun yang mengambil sedekah itu adalah orang fasik atau orang kaya.

Namun ketetapan ini berlaku hanya pada sedekah yang sunnah. Sementara untuk zakat tidak boleh diberikan pada orang kaya. Begitu yang tertera di bukunya.

Selain kisah tersebut, tentu masih terdapat banyak kisah lain yang disampaikan penulis dalam buku ini. Ya…. meskipun diksi yang digunakan agak terkesan kaku, karena memang ini merupakan terjemahan, namun tidak mengurangi keindahan kisah dan muatan i’tibar yang bisa dipetik pembaca.

Menurut saya, buku ini amat layak untuk menjadi referensi bacaan pribadi maupun keluarga Muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s