Beberapa Nasihat dari Buku “Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah”

Bismillah…

Buku Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah ini merupakan buku pertama dari dua buku Panduan Mendidik Anak Muslim yang disusun oleh Abu Amr Ahmad Sulaiman.

Buku ini punya judul asli yang lumayan panjang, yaitu Minhaj ath-Thifl al-Muslim fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah Marhalah Ma Qabl al-Madrasah min (3-6) Sanawat. Panjang banget kan? πŸ˜…

Buku yang saya punya di rumah ini diterjemahkan oleh Ahmad Amin Sjihab, Lc dan diterbitkan oleh Darul Haq sebagai cetakan XV pada tahun 2016. Tebalnya hanya 112 halaman.

Isinya? Latihan-latihan (semacam kurikulum siap pakai sih menurut saya) untuk mendidik anak usia 3-6 tahun. Adapun materi dasar yang disampaikan antara lain: Al Qur’an al-Karim, hadits Nabi, doa-doa, dzikir-dzikir, adab & sopan santun, sirah Nabi, syair-syair dan ilmu pengetahuan.

Cukup komplit sih. Recommended buat para orangtua atau guru PAUD/TK yang butuh referensi panduan kurikulum mendidik anak Muslim.

Harganya juga amat sangat terjangkau lho. Tapi nggak perlu saya sebutkan di sini ya. Soalnya saya sudah lupa berapa persisnya. Silahkan pantau di lapak-lapak olshop aja 😁.

Di bagian akhir buku, penulis menambahkan nasihat-nasihat dalam mendidik anak. Berikut kutipan langsung beberapa nasihat yang menurut saya bagus dari buku ini.

πŸ“Œ Benar: Anda menanyakan kepada diri Anda setiap hari, kebaikan apa yang telah Anda berikan kepada mereka dan apa yang telah Anda ajarkan kepada mereka hari ini? (Hlm 72)

πŸ“Œ Salah: Anda menuntut anak agar berbuat seperti orang-orang bijaksana dan orang pandai tanpa mau mengerti tuntutan yang sesuai dengan umur mereka dan tidak memenuhi tuntutan-tuntutan itu baginya. (Hlm 74)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika sedang marah, “Semoga Allah memberimu petunjuk.” (Hlm 78)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika memberi motivasi, “Seorang Muslim yang beradab akan berbuat seperti ini agar masuk surga.” (Hlm 78)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika marah, “Hai Fulan, dengarkan kata-kata saya atau kamu tidak akan saya beri hadiah.” (Hlm 79)

πŸ“Œ Jangan ucapkan sambil menghardik, “Jika engkau tidak mau mengerjakan ini, akan saya ambil lagi hadiah yang saya berikan.” (Hlm 79)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika ia sedang menangis sambil memberikan hal yang menyenangkan untuknya, “Diamlah, akan saya berikan hadiah kepada kamu.” (Hlm 80)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika anak Anda mencela anak lain, “Jagalah mulutmu!” atau “Maafkanlah saudaramu.” (Hlm 80)

πŸ“Œ Ucapkanlah sambil merayunya, “Hai Fulan, tolong ambilkan air!” Misalnya. (Hlm 81)

πŸ“Œ Jangan ucapkan, “Hai anak kecil, ambilkan ini!” dengan intonasi perintah atau merendahkan. (Hlm 81)

πŸ“Œ Ucapkanlah ketika mengadu bahwa dia jatuh dan mendatangi Anda dengan menangis, “Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan. Segala puji bagi Allah.” (Hlm 81)

Ada banyak nasihat bagus lainnya yang disampaikan penulis di buku ini. Seperti tips-tips mengatasi ragam perilaku menyimpang pada anak, tips mengatasi anak yang susah tidur, juga tips mengatasi hilangnya nafsu makan anak, dll. Untuk lebih lengkapnya, mari berburu bukunya πŸ€—.

“Janganlah Anda meremehkan hal yang kecil. Sesungguhnya gunung itu terdiri dari kerikil.” (Abu Amr Ahmad Sulaiman)

Resep Kesehatan Alami dari Buku dr. Zaidul Akbar

Bismillah….

Saya sudah mengulas buku karya dr. Zaidul Akbar di artikel sebelumnya. Dalam buku itu, ada beberapa resep kesehatan dari bahan alami yang beliau sampaikan.

Nah, berikut ini merupakan kutipan beberapa resep dari buku tsb.

πŸ“Œ Cara Rasulullah bersiwak: anggaplah kita sedang menulis angka delapan yang rebah. Gerakan itu dihitung satu kali. Lalu, ulangi gerakan itu hingga tiga kali. (Hlm. 59-60)

πŸ“Œ Merendam kurma dalam air kemudian meminum airnya pada keesokan harinya dapat menambah asupan serat bagi tubuh.

πŸ“Œ Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung mineral penting, seperti magnesium, besi, serta folat yang sangat berguna bagi perkembangan janin dalam rahimnya.

(Hlm 61)

πŸ“Œ Anemia dan infeksi riket pada bayi menyusui; dapat diobati dengan diberi 1 sdm madu setiap hari.

πŸ“Œ Mengompol; dapat diobati dengan 1 sdt madu yang dilarutkan air hangat setiap menjelang tidur. Efeknya menenangkan saraf dan membuat kandung kemih menjadi relaks.

πŸ“Œ Luka yang terinfeksi; oleskan madu pada luka dan tutup dengan kasa steril.

πŸ“Œ Gangguan pencernaan dan ulkus; berikan madu sebanyak 1-3 sdm yang dicamput air hangat setiap 1 jam menjelang makan.

πŸ“Œ Flu dan infeksi tenggorokan; diberi madu yang dicampur jahe dan jeruk nipis.

πŸ“Œ Insomnia; diberi 1 sdm madu yang dilarutkan air hangat setiap menjelang tidur.

πŸ“Œ Kecanduan alkohol; diberi 7 sdm madu setiap hari.

πŸ“Œ Batuk; diberi madu yang dicampur jeruk nipis. Caranya jeruk nipis itu direbus. Setelah kulitnya lunak, diperas. Hasil perasan dicampurkan madu. Dosisnya 3x sehari.

(Hlm 69-70)

πŸ“Œ Jika makan buah anggur, jangan buang bijinya. Karena antioksidan tertinggi terdapat pada bijinya. (Hlm 73)

πŸ“Œ Pisang mengandung asam amino tertentu yang berfungsi sebagai penenang. Biasakan setiap pagi memakan buah pisang agar hati tenang dan bahagia. (Hlm 73)

πŸ“Œ Minum 1 sdm minyak zaitun menjelang tidur, insya Allah tidur akan terasa nyaman.

πŸ“Œ Biasakanlah meminum minyak zaitun 1-3 sdm sehari agar badan dan kulit awet muda.

(Hlm 76)

πŸ“Œ Resep untuk menjaga enzim dalam perut kita agar tetap stabil: ambillah 2 buah jeruk nipis atau lemon. Peras dan ambil airnya. Tambahkan beberapa sendok madu dan air putih hangat hingga cukup manis dan bisa diminim. Minumlah setiap hari, terutama pagi setelah bangun tidur. Jeruk dapat diganti dengan cuka. (Hlm 98)

πŸ“Œ Cara terbaik agar umur sel manusia tetap bertahan lama adalah dengan mengurangi makan daging. Terlalu banyak makan daging akan membuat tubuh menjadi asam.

Tanda-tanda tubuh kita asam: mulut bau, keringat bau, kencing bau, badan bau, feses bau, berketombe, mudah marah, mudah terkena jamur (kudis, panu, dll), sering mengantuk.

Cara mengatasinya bisa dengan berpuasa, makan sayur mentah atau buah yang membasakan dan mengonsumsi air basa/ air alkali (contohnya air zamzam, air yang direndam kendi, air kangen). (Hlm 102-107)

πŸ“Œ Kulit udang mengandung kitosan yang berfungsi sebagai pembersih pencernaan.

πŸ“Œ Tips mengolah alpukat yang enak dan sehat: keruk alpukat sampai bagian pahit. Masukkan mangkuk, lumuri dengan madu. Tambahkan sedikit kopi tumbuk seujung sdt.

(Hlm 108)

πŸ“Œ Makanlah buah sebelum makan yang lain. 15 menit kemudian, barulah memakan makanan berat. (Hlm 116)

πŸ“Œ Kulit manggis mengandung antioksidan yang paling tinggi. Cara mengolah kulit manggis adalah dengan mengeruk bagian dalam kulitnya yang lunak. Lalu, blender, saring, kemudian airnya diminum dengan dicampur kurma sebagai pemanisnya. (Hlm 118)

πŸ“Œ Makanan terbaik untuk bakteri baik atau netral (probiotik) adalah buah-buahan masak yang manis serta cuka. Campur 1 sdm cuka dengan 4 sdm madu dan air hangat. Insya Allah minuman itu bisa menambah probiotik. (Hlm 123)

πŸ“Œ Beristirahat selama beberapa menit dalam keadaan mengantuk memberikan kondisi rileks yang luar biasa pada tubuh. Saat mengantuk, itulah tandanya tubuh kita butuh perbaikan. (Hlm 128)

Semoga bermanfaat ya. Allahu ‘alam.

Mengulik Rahasia Sehat Alami dalam Buku dr. Zaidul Akbar

“Pada saat dunia belum mengenal pola tidur yang sehat, pada saat dunia belum mengerti pentingnya mandi, pada saat dunia belum tahu cara menjaga diri dari berbagai unsur berbahaya dari luar, Rasulullah ο·Ί sudah mengajarkan itu semua kepada para sahabat.”

Judul buku: Jurus Sehat Rasulullah
Penulis: dr. Zaidul Akbar
Penerbit: Sygma Creative Media Crop
Cetakan: Kedua, Februari 2014
Tebal: 150 hlm

Bismillah….

Pertama kali saya tahu tentang Jurus Sehat Rasulullah atau biasa disingkat JSR ini dari instagram. JSR merupakan gagasan yang dipopulerkan oleh dr. Zaidul Akbar untuk mengajak orang-orang menjalani hidup sehat.

Nah, dari situ lah kemudian saya juga tahu kalau dr. Zaidul Akbar pernah menulis buku Jurus Sehat Rasulullah. Saya pun tertarik ingin membacanya.

Sayangnya, buku ini belum diterbitkan kembali ketika saya berniat memburunya di olshop. Tapi alhamdulillah seorang kenalan tiba-tiba menawarkan buku ini di status WAnya dengan harga “terserah aja”. Maka tanpa pikir panjang, langsung saya sambar.

Tapi terus terang, saya lebih suka menyebut resep-resep beliau ini dengan jurus sehat ala dr. Zaidul Akbar. Karena yang saya fahami, ada larangan untuk menyandarkan sesuatu kepada Rasulullah ο·Ί tanpa dalil.

Oke. Mari kita ulas sekilas isi bukunya. Jadi, buku yang ditulis dr. Zaidul Akbar ini terbagi dalam tiga bagian utama yang dilengkapi beberapa sub bagian lagi.

Pada bagian pertama, dr. Zaidul Akbar menjelaskan tentang seperti apa potret generasi terbaik pada zaman Rasulullah ο·Ί.

Penulis mengutip satu hadits Rasulullah ο·Ί yang diriwayatkan Ad Dailami tentang kisah seorang Dokter (tabib) Yahudi yang meminta izin membuka praktik di Madinah.

Namun satu bulan setelahnya, Dokter itu tidak kerasan tinggal di Madinah karena tak ada seorang pun warga yang berobat kepadanya. Hal yang menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan masyarakat Madinah kala itu.

Dokter ini pun penasaran dan bertanya apa rahasia sehingga mereka sehat-sehat. Mereka menjawab, “Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum datang rasa lapar. Apabila kami makan, tidak sampai kekenyangan.”

Rasulullah ο·Ί pun bersabda, “Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit, sedangkan pencegahan itu pokok dari segala pengobatan.”

Bagian kedua berisi tentang langkah-langkah menuju sehat ala Rasulullah ο·Ί. Hal yang diawali dengan motivasi dari dr. Zaidul Akbar agar kita (para pembaca) menjaga hati, iman dan pikiran.

“…. Jika pertamax (makanan dan minuman sehat) yang lebih sering masuk ke dalam tubuh, tubuh kita akan sehat, pikiran pun akan selalu positif. Semua pikiran positif akan memberi energi positif pada kehidupan seseorang. Orang yang berenergi positif akan memiliki emosi yang baik. Penyakit tidak akan datang pada orang yang memiliki emosi positif.” (Hlm 12)

“Emosi yang baik berasal dari keimanan yang terjaga. Keimanan akan menghasilkan sebuah kebahagiaan yang luar biasa, sebagaimana yang disampaikan Allah dalam QS. Al Fath 4.” (Hlm 13)

Selanjutnya dr. Zaidul Akbar memaparkan hikmah kesehatan di balik perintah ibadah-ibadah yang wajib maupun sunnah. Tapi tentu harus kita fahami dan camkan bahwa kita beribadah hanya karena Allah. Tidak boleh beribadah untuk mendapatkan kesehatan.

Salah satu dari amal ibadah itu adalah perintah mengonsumsi makanan yang halal dan thoyib. Dalam QS. Al Baqarah 172, Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika betul kamu hanya menyembah kepadaNya.”

Contoh bahan makanan halal dan thoyib yang disebutkan dalam Al Qur’an antara lain: siwak, kurma, madu, delima, labu, pisang, minyak zaitun dan ikan.

Satu lagi, yang tak kalah menarik, yakni apa yang ditulis dr. Zaidul Akbar di hlm 79: “Cara lain untuk menjaga pencernaan agar tetap baik adalah dengan metode kombinasi makanan atau food combining. Bagaimana caranya? Jangan mencampur jenis makanan yang sama pada satu waktu tertentu.” Contohnya, jangan makan nasi (karbohidrat) dengan kentang (karbohidrat) dalam waktu bersamaan.

“Yang tidak kalah penting dari konsep food combining ini adalah seseorang diwajibkan mengunyah makanan hingga mencapai konsistensi yang berair baru boleh menelannya.” (Hlm 80)

Pada bagian ketiga pada buku ini, dr. Zaidul Akbar memaparkan fakta kesehatan kita saat ini, keajaiban ragam produk alami, serta beberapa hikmah luar biasa di balik kerja sistem tubuh kita yang telah diatur Allah.

Salah satu judul yang menarik perhatian saya adalah Gula Putih adalah Racun.

“Memakan gula putih lebih buruk daripada tidak makan sama sekali karena ia akan mengurus dan melarutkan vitamin dan mineral dalam tubuh.” (Hlm 110)

Solusinya? Penulis menyarankan untuk menggunakan pemanis alami. Seperti madu, gula aren, gula kelapa, gula tebu, gula stevia, dan gula singkong.

Pada bab ini pula, dr. Zaidul Akbar mewanti-wanti akan bahaya makanan yang sudah teroksidasi berat. Seperti gorengan, juga nugget dan produk beku lainnya.

Lantas bagaimana agar kita bisa tetap sehat sementara tubuh kita telah terpapar radikal bebas akibat makanan teroksidasi tadi? Memperbanyak makan sayuran mentah dan buah-buahan setiap hari, demikian solusi yang beliau berikan.

Buku ini ditutup dengan simpulan dari dr. Zaidul Akbar bahwa jurus sehatnya Rasulullah ο·Ί bermula dari kualitas dan kuantitas amal ibadah beliau yang amat luar biasa. Hal demikian tentu bersumber dari keimanan beliau kepada Allah.

Allahu ‘alam.

Resume Kulwap | Menumbuhkan Minat Baca di Lima Tahun Awal Kehidupan

Jum’at malam lalu, saya mengikuti kulwap free yang menarik. Temanya Menumbuhkan Minat Baca di Lima Tahun Awal Kehidupan. Kulwap ini merupakan kulwap reguler yang dipersembahkan oleh admin WAG Ummahat Mengaji.

Pada kulwap kali ini, admin Ummahat Mengaji mengundang Mbak Jayaning Hartami, M.Psi sebagai pemateri. Mbak Tami, demikian sapaan akrab beliau, merupakan seorang penggiat literasi yang turut mengkampanyekan program #1000BukuSebelum5Tahun.

Sebelum kulwap dimulai, Mbak Tami membekali peserta dengan ebook pdf berjudul 1000 Buku Sebelum 5 Tahun sebagai bahan diskusi.

Dalam ebook berjumlah 15 halaman ini, Mbak Tami menyampaikan secara singkat tentang apa itu literasi dini, read aloud (membacakan nyaring) beserta manfaatnya, juga seperti apa program 1000 buku sebelum 5 tahun.

πŸ“Œ Tidak tumbuhnya minat membaca pada anak, sebagian disebabkan oleh fakta bahwa literasi dini tidak ditumbuhkan pada tiga tahun pertama kehidupan anak. (Roosie Setiawan)

πŸ“Œ Read aloud merupakan aktivitas yang bisa dilakukan bahkan sebelum anak lahir. Read aloud adalah kegiatan yang sangat sederhana, orang tua hanya perlu mengambil buku lalu membacakannya dengan bersuara. Melalui kegiatan read aloud, orang tua sesungguhnya sedang membantu anak membentuk pengalaman yang menyenangkan terhadap buku & aktivitas membaca. (Hlm 7)

πŸ“Œ …, anak yang sudah terbangun minat bacanya sejak dini akan memiliki kemampuan belajar mandiri yang lebih baik. Mereka membaca buku bukan hanya karena tugas atau ujian sekolah. Tapi karena mereka tertarik untuk mendapatkan ilmu baru lebih banyak lagi. Inilah yang kemudian disebut sebagai pembaca seumur hidup. (Hlm 14)

Rupanya, ibu-ibu di grup cukup antusias dengan tema kulwap kali ini. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk. Termasuk saya yang melayangkan 3 buah pertanyaan sekaligus 😊.

Berikut beberapa kutipan pertanyaan (yang saya modifikasi seperlunya) dan jawaban dari Mbak Tami selama kulwap berlangsung‡

πŸ“Œ Saya bacain anak buku itu kadang ngembangin sendiri ceritanya (pake bahasa sendiri yang mudah difahami anak). Apakah cara tersebut sudah benar?

Pengembangan cerita di luar konten buku pun boleh banget dilakukan. Justru, bisa jadi ajang kita untuk ngembangin kreativitas anak. Misalnya dengan nanya balik, “Kalo menurut adek, habis kura-kuranya baikan sama kelinci, mereka ngapain lagi ya?”

Pancing anak buat ikut menciptakan cerita mereka sendiri dari apa yang udah dibaca.

πŸ“Œ Apakah boleh read aloud sebelum anak berusia 6 bulan?

Sesungguhnya indera pendengaran adalah indera yang pertama “hidup” dalam proses janin dalam kandungan Ibu. Pendengaran juga yang disebut Allah pertama kali sebagai karunia kita saat diciptakan sebagai manusia.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (An Nahl : 78).

Bahkan ada riset yang menemukan, ternyata tangisan bayi baru lahir itu punya aksen tersendiri. Sesuai dengan aksen yang biasa mereka dengar dari ayah ibunya selama di kandungan 😍.

Jadi ga perlu tunggu 6 bulan mba. Sejak dalam kandungan pun read aloud sudah bisa dilakukan 😊. Tepatnya sejak semester ke-3 kehamilan.

πŸ“Œ Usia berapa sebaiknya anak diajarkan calistung?

Untuk calistung sebetulnya ndak ada pakem yang baku bisa dimulai di usia berapa. Karena kesiapan tiap anak beda-beda. Yang perlu jadi concern adalah apa yang sudah kita lakukan, sebelum datang masanya anak perlu punya skill calistung? Membaca buku adalah salah satunya πŸ˜„.

Jangan sampai anak-anak kita berjumpa dengan tuntutan “harus bisa calistung”, tapi sama sekali gak punya pengalaman menyenangkan tentang membaca sebelumnya.

Perbanyak bacain buku ke anak, ajak anak untuk berkenalan dengan calistung lewat proses konkrit (misalnya permainan menghitung benda, sand paper letters, dsb..). Insya Allah mereka akan lebih siap membangun skill calistung pada waktunya πŸ™‚

πŸ“Œ Bagaimana trik membacakan buku pada anak yang fokusnya masih ke tempat lain?

Salah satu pakem yang saya dan suami pegang soal literasi anak adalah jangan dibawa terlalu serius, alias lakukanlah sesantai dan senyaman mungkin. Termasuk, soal bacain buku ke anak 😁.

Jadi ndak usah merasa bahwa bacain buku ke anak itu berarti anaknya harus nyimak dengan tenang dan kita bisa bacain sampai habis. Karena adegan kayak gitu cuma ada di tivi-tivi, wkwkw..

Ga usah khawatir saat anak lagi dibacain, eeh malah melengos pergi di tengah-tengah sesi baca. Ya gapapa, diterusin nanti aja. Hehehe.. Per hari cukup 10 menit aja, mbak. ndak perlu banyak-banyak dan lama-lama.

Meskipun kalau anaknya udah suka baca dan bisa lebih lama dan banyak dari itu tentu boleh bangeet 😍.

πŸ“Œ Bagaimana mengejar ketertinggalan jika periode 1000 buku dalam 5 tahun sudah lewat?

Mulai saja dengan cara yang sama :). Sediakan buku di rumah, luangkan waktu 10 menit aja per hari untuk ngajak anak baca buku.

1000 buku ini cuma jumlah yang diharapkan bisa menyemangati orang tua dalam bacain buku ke anak-anaknya, tapi pesan utamanya adalah di usia anak berapapun, jangan pernah berhenti membacakan buku untuk mereka. ^^

πŸ“Œ Closing Statement dari Mbak Tami:

Membacakan buku ke anak sejak dini sekilas terlihat sepele, dan ga ada efeknya (plus sering dicuekin pula sama anaknya πŸ˜†)

Tapi percayalah, anak-anak kita dibekali Allah dengan fitrah keingintahuan yang besar, juga kemampuan menangkap informasi dengan cepat, lewat seluruh indera yang mereka punya.

Mungkin ga kerasa efeknya sekarang, tapi saat anak masuk usia sekolah nanti akan terasa betapa kebiasaan membaca ini akan membantu mereka di sepanjang karir akademik yang mereka jalani berbelas tahun mendatang.

Bacakan buku 10 menit, efeknya seumur hidup! Jadi, semangat terus lakukan read aloud ke anak-anak tercinta yaa 😍.

Masya Allah, tabarokallah. Jazakunullahu khairan buat Mbak Tami dan admin Ummahat Mengaji yang meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk berbagi ilmu dalam kulwap kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat ya.

#umbacabuku

MODISCO; Minuman Padat Kalori untuk Menambah Berat Badan

Kemarin sore, ketika mengantar si sulung ke dokter gigi, saya melihat-lihat beberapa leaflet kesehatan di ruang tunggu.

Salah satu leaflet yang menarik perhatian saya adalah leaflet tentang MODISCO. Modisco??? Apa itu? Saya penasaran. Akhirnya saya bawa pulang leafletnya untuk dibaca di rumah.

Berikut sekilas tentang Modisco yang tertera di leaflet ‡

Apa itu Modisco?

Modisco adalah singkatan dari modified dried skim cotton oil, merupakan makanan atau minuman padat kalori bernilai gizi tinggi (100 kkal/ 100 cc), mudah dicerna, mudah dibuat, sangat bermanfaat untuk penderita kekurangan gizi.

(Berdasarkan hasil googling, saya simpulkan bahwa intinya sih Modisco ini diberikan untuk membantu menambah berat badan dengan cepat).

Bahan baku Modisco adalah segala jenis susu, glukosa, margarine yang dapat diberikan sebagai minuman untuk diet penuh maupun diberikan sebagai campuran bahan makanan lain.

Bahan khusus:
βœ” Susu skim untuk penderita yang tidak tahan lemak
βœ” Susu full cream untuk penderita yang memerlukan energi lebih tinggi
βœ” Susu rendah laktosa (free lactosa/FL) untuk penderita yang intoleransi terhadap laktosa.

Untuk siapa Modisco baik diberikan?

βœ” Penderita Kurang Energi Protein (KEP)
βœ” Penderita penyakit infeksi kronis
βœ” Orang yang baru sembuh dari penyakit berat dan lama
βœ” Anak-anak, remaja dan dewasa yang sehat dengan berat badan kurang
(Ini nih sebenarnya yang bikin saya tertarik untuk mencoba Modisco sebagai salah satu camilan buat anak sesekali πŸ˜…)
βœ” Mereka yang sulit makan karena adanya kelainan bawaan
βœ” Lansia

Jangan berikan Modisco pada:

βœ” Bayi di bawah usia 6 bulan
βœ” Anak yang gemuk
βœ” Penderita penyakit ginjal, jantung, hati (tanpa sepengetahuan dokter)

Berikut empat jenis Modisco beserta nilai gizinya:

βœ” Modisco 1/2 (energi: 80 kkal, protein: 3,6 gr, lemak: 2 gr)
2 sdm susu bubuk/ full cream/ skim/ susu segar
1/2 sdm gula pasir
1/2 sdm margarin/ minyak kelapa
100 cc air
Diberikan apabila terdapat gangguan pencernaan.

βœ” Modisco I (energi: 100 kkal, protein: 3,6 gr, lemak: 4 gr)
2 sdm susu bubuk/ full cream/ skim/ susu segar
1/2 sdm gula pasir
1 sdm margarin/ minyak kelapa
100 cc air
Diberikan kepada Kurang Energi Protein (KEP) ringan.

βœ” Modisco II (energi: 120 kkal, protein: 3,6 gr, lemak: 6 gr)
2 sdm susu bubuk/ full cream/ skim/ susu segar
1/2 sdm gula pasir
1 sdm margarin/ minyak kelapa
100 cc air

βœ” Modisco III (energi: 140 kkal, protein: 3,2 gr, lemak: 8,9 gr)
2 1/4 sdm susu bubuk/ full cream/ skim/ susu segar
1/2 sdm gula pasir
1 sdm margarin/ minyak kelapa
100 cc air
Diberikan kepada Kurang Energi Protein (KEP) berat.

Cara membuatnya? Gampang banget lho. Campurkan susu, gula dan margarin. Aduk rata dengan ditambahkan air hangat hingga cairan larut. Kemudian saring dan masukkan dalam gelas. Taraaaa! Modisco hangat sudah siap diminum.

Tapi ingat ya. Apabila ada gejala diare, muntah, maupun penyakit lain yang menyertai, maka pemberian Modisco harus dihentikan.

Oya, Modisco ini bisa dikreasikan menjadi ragam camilan. Contohnya resep Puding Agar-agar berikut ‡

πŸ“Œ Bahan: 600 cc Modisco III & 1 bks agar-agar

πŸ“Œ Buat susu Modisco III. Masukan agar-agar ke dalam susu tersebut, lalu masak sampai matang sambil diaduk. Cetak dalam cetakan dan dinginkan.

Untuk info lebih lengkap dan resep yang lebih variatif, silahkan bertanya kepada nakes atau googling sendiri ya. Semoga bermanfa’at.

Apa Saja sih Hal Menarik dari Sebuah Perjalanan?

Halo! Siapa saja yang baru pulang dari perjalanan libur lebaran?

Saya dan keluarga menghabiskan masa libur lebaran di Kapuas selama beberapa hari. Selanjutnya di hari sabtu (detik-detik akhir liburan) kami menempuh perjalanan cukup panjang (kurleb 8 jam) dari Kapuas ke Tanjung melewati beberapa kota. Seperti Banjarmasin, Kandangan, Barabai.

Kami balik lagi ke Palangkaraya di hari ahad melewati jalan yang berbeda. Tepatnya sih melewati Buntok. Dan rupanya ini pilihan yang tepat. Karena arus balik menuju Banjarmasin macet parah. Hal yang kami ketahui dari tetangga di keesokan harinya.

Kalau ditanya apakah melelahkan? Tentu saja. Perjalanan dengan dua bocah yang tidak bisa duduk tenang dalam waktu lama di mobil itu cukup melelahkan. Badan pegal dan suara jadi agak serak. Tapi, menurut saya, sebuah perjalanan selalu meninggalkan kesan yang menarik.

Apa saja sih hal yang menarik dari perjalanan kami beberapa hari lalu?

πŸ“Œ Masjid-masjid dengan ragam keunikan arsitekturnya

Masjid selalu menjadi sorotan dalam setiap perjalanan kami. Selain karena setiap Masjid memiliki keunikan arsitektur masing-masing, Masjid juga selalu membuka pintu bagi para musafir untuk rehat sejenak.

Salah satu Masjid yang kami singgahi dalam perjalanan adalah Masjid Al-Akbar, Balangan.

Masjid ini berdiri megah di area perbukitan. Berandanya menyuguhkan bentang alam yang indah. Subhanallah.

Kalau nampak kurang indah di foto, maka kemungkinan besar itu karena saya yang memang kurang lihai cekrak-cekrik πŸ˜….

πŸ“Œ Kuliner di berbagai tempat

Salah satu hal yang saya favoritkan dalam setiap perjalanan adalah wisata kulinernya. Sarapan pagi, makan siang dan malam di tempat berbeda dengan menu yang tentu berbeda pula menjadi kenangan tersendiri di lidah.

Di perjalanan kali ini, kuliner yang cukup berkesan bagi saya adalah makan siang di Warung Makan Puji (kalau nggak salah ingat namanya itu) di Kandangan. Tepatnya di jalan menuju Barabai.

Pengunjungnya ramai sekali. Dengan masakan-masakan khas Banjar yang menjadi sajian menu utamanya.

Saya memilih iwak haruan babanam (ikan gabus bakar) dengan gangan santan waluh (sayur santan labu) sebagai santapan. Rasanya masya Allah nikmat sekali.

Sepertinya baru saat itu lidah saya menemukan iwak haruan babanam yang benar-benar lezat. Apalagi disantap dengan nasi putih hangat dan sambal acan (sambal terasi).

Sayang sekali, saya tidak sempat untuk mengabadikannya dengan kamera. Keburu lapar πŸ˜…. Tapi warung makan ala Banjar yang satu itu sudah saya tandai di dalam hati untuk dikunjungi lagi suatu hari nanti. Insya Allah.

Foto di bawah ini adalah foto salah satu warung di pinggir jalan perempatan Sungai Tabuk yang kami singgahi.

Deretan warung di perempatan ini menyajikan nasi kuning dan putih dengan beragam lauk. Diantaranya nasi kuning dengan lauk itik masak habang (bebek masak merah) yang saya pilih sebagai menu sarapan.

πŸ“Œ Bentang pemandangan alam yang berbeda

Jalan-jalan yang kami lewati tak hanya kota-kota yang padat akan perumahan dan pertokoan. Tapi juga kampung-kampung, sungai, jembatan di atas jalan menuju tambang batu bara, perbukitan dan hutan.

Banyak hal menarik yang dapat dilihat dari balik kaca mobil. Seperti jembatan gantung yang membelah sungai, ragam aktivitas warga yang khas, pepohonan hijau yang menyegarkan mata, juga truk-truk besar pengangkut batu bara di jalan milik perusahaan.

Khusus untuk yang terakhir, sebenarnya ada rasa sedih menyelinap di hati saya. Jejak perusahaan tambang batu bara itu seakan ada di mana-mana. Apalagi dampak kerusakan lingkungan, seperti tanah longsor, kabarnya mulai dirasakan.

πŸ“Œ Cerita-cerita baru dari kerabat

Ada banyak cerita baru dari kerabat yang telah sekian lama tak bersua. Walaupun sebenarnya yang kami kunjungi ini adalah kerabat suami, tapi saya kenal beberapa orang dan sempat berbincang juga.

Salah satunya, saya ngobrol dengan adik sepupu suami yang merupakan seorang polwan. Ia punya bayi berusia sekitar 8 bulan. Dan ia berjuang untuk tetap memberi ASIP untuk bayinya.

Di sela kesibukannya, ibu polwan satu ini tetap meluangkan waktu untuk stok ASIP. Ia bercerita, biasanya dalam sehari ia berhasil mendapatkan 3-4 kantong ASIP.

Kantong-kantong ASIP itu ia titip sementara di freezer kulkas kantor. Kemudian dibawa pulang ke rumah setelah tuntutan pekerjaan harian usai.

Buat saya, hal demikian merupakan sesuatu yang baru, karena saya seorang IRT yang nggak pernah punya stok ASIP. Terus terang, saya kagum dengan kesungguhannya memperjuangkan ASIP untuk bayinya. Masya Allah. Tabarokallah.

Nah, itu dia beberapa hal menarik dari perjalanan saya dan keluarga yang hanya dua hari satu malam. Kalau kamu pernah mendapatkan hal menarik apa selama perjalanan? Ayo berbagi cerita.

Film “Sexy Killers”, Kisah Kelam di Balik Benderangnya Listrik di Rumah Kita

Ketika saya mendengar kata “lingkungan hidup”, ingatan saya seketika melayang pada film Sexy Killers. Film dokumentar ini sempat membuat heboh beberapa bulan lalu. Dan sepertinya sudah cukup banyak yang menulis reviewnya.

Film yang dibuat rumah produksi Watchdoc Documentary ini dibuka dengan pasangan bulan madu yang menikmati waktu berduaan. Keduanya dengan nyaman menggunakan listrik tanpa beban.

Picture by pixabay.com

Sayangnya di balik penggunaan “listrik tanpa beban” itu (yang juga kita lakukan dalam keseharian) menyimpan kisah kelam.

Listrik yang disalurkan ke rumah kita tak hanya tentang PLN yang mengatur pasokan listrik melalui kabel-kabel yang disangga tiang besi. Masih ada proses panjang sebelumnya.

Dimulai dari penambangan batu bara secara besar-besaran yang rupanya merusak ekosistem dan merugikan masyarakat sekitar.

Film Sexy Killers menyoroti pembangunan tambang batu bara yang bersisian dengan lahan warga transmingran di Kaltim. Tepatnya di pinggiran kota Samarinda. Tambang itu dengan cepat mengubah kawasan yang tadinya hijau menjadi gundul dan gersang.

Pencemaran lingkungan hidup menjadi hal yang tak terelakkan. Dan tentu memberikan dampak serius pada aktivitas pertanian, jalur air bersih dan kesehatan warga.

Itu cukup mengerikan. Ditambah lagi dengan fakta 115 nyawa yang telah berjatuhan sepanjang tahun 2014-2018 akibat aktivitas tambang tersebut.

Fakta lainnya yang diangkat ke permukaan dalam film ini adalah proyek pembangunan PLTU Batang di Jawa Tengah. Yang mengagetkan dari proyek ini adalah PLTU dibangun di kawasan konservasi alam yang kaya ikan dan terumbu karang.

Apakah warga diam saja? Tentu saja tidak. Mereka melawan dengan apapun yang bisa mereka lakukan. Namun hal itu nampak tak cukup berarti.

Berikutnya, film Sexy Killers terus berlanjut dengan membongkar perusahaan milik pebisnis dan elite politik mana saja yang berkepentingan. Dan kita benar-benar akan terkejut dengan fakta yang dibeberkannya.

Jadilah penggunaan listrik ini ibarat makan buah simalakama. Kita prihatin dengan apa yang terjadi, tapi di sisi lain kita amat membutuhkan listrik dalam keseharian.

Solusinya? Entahlah. Semoga kelak seiring berkembangnya teknologi akan dapat dikembangkan pula sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Ya, semoga.