Ulasan Buku: 8 Pilar Sukses Mendidik Anak

Alhamdulillah kemarin saya selesai membaca sebuah buku dalam sekali duduk. Bukunya lumayan tipis sih. Hanya 37 halaman. Ditambah ukuran kertas yang hanya 11×15,5 cm dan tulisan yang dicetak cukup besar. Tapi soal isi, rupanya daging semua.

Buku yang saya baca berjudul 8 Pilar Sukses Mendidik Anak. Buku ini merupakan terjemahan dari Rokai’zu fi tarbiyatil abna’i karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr yang diterbitkan di Al-Nazaer, Saudi Arabia. Kemudian diterbitkan kembali oleh Pustaka Khazanah Fawa’id di bulan Maret 2018.

Buku ini diawali dengan bab pendahuluan. Di bab ini penulis menekankan tentang kewajiban dan amanah orangtua untuk memperhatikan anak-anaknya. Karena hal itu merupakan perintah dari Allah.

Penulis menyampaikan bahwa anak sendiri sebenarnya merupakan nikmat dari Allah. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura 49 bahwa “… Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Namun nikmat memiliki anak ini sebenarnya merupakan ujian dan cobaan untuk orangtua. Jika orangtua bisa menunaikan amanahnya untuk mendidik anak-anak dengan baik, maka Allah akan memberi pahala yang besar di sisiNya.

Mengenai hal ini, Allah dengan terang dan jelas memerintahkan manusia untuk memelihara dirinya dan keluarganya dari api neraka. Sebagaimana firmanNya dalam QS. At-Tahrim 6.

Ali bin Abi Thalib menjelaskan mengenai makna ayat tersebut terkait amanah orangtua terhadap anak-anaknya. Yakni: “Ajarkan mereka ilmu dan didiklah mereka.”

Sebagian ahli ilmu mengatakan, “Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada seorang ayah tentang anaknya sebelum Allah bertanya kepada si anak tentang ayahnya. Sebagaimana seorang ayah punya hak atas anaknya, demikian pula seorang anak punya hak atas ayahnya.” (Dalam kitab Tuhfatu al-Maulud bi Ahkami al-Maulud karya Ibnu Qayyim).

Anak memang diperintahkan Allah untuk berbakti pada orangtuanya. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al-Ankabut 8. Sebaliknya Allah juga mewasiatkan pada orangtua agar mendidik anak-anaknya, dalam QS. An-Nisa 11: “Allah mewasiatkan bagimu tentang anak-anakmu.”

Karena pentingnya amanah dalam mendidik anak inilah yang mendorong Syaikh Abdurrazzaq untuk menulis buku 8 Pilar Sukses Mendidik Anak. Berikut intisari yang saya himpun dari buku tersebut.

Memilih pasangan yang shalih/ shalihah. Karena pasangan lah yang menjadi patner dalam mendidik anak.

Mendoakan anak dengan kebaikan. Ingat bahwa diantara kebaikan Allah adalah menjadikan doa orangtua dikabulkan untuk anak-anaknya. Maka janganlah gegabah dan buru-buru mendoakan keburukan untuk anak. Terutama di kala marah.

Memilih nama yang baik. Yang dengan nama tersebut dapat mengingatkan anak dengan ibadah dan akhlak terpuji.

Berbuat adil terhadap setiap anak. Orangtua yang berusaha berbuat adil pada anak-anaknya akan menjadi sebab cinta, kasih sayang dan bakti mereka padanya. Sebaliknya, berbuat tidak adil dapat memicu kebencian, permusuhan dan sifat durhaka.

Bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang. Hal ini dimulai sejak anak-anak masih kecil. Sehingga terjalin kedekatan antara anak dan orangtua yang kelak akan memudahkan orangtua untuk mengarahkan anak pada kebaikan.

Memberi nasihat dan arahan. Diawali dengan mengajarkan aqidah, kewajiban-kewajiban Islam dan rukunnya, serta perintah syariat. Perhatikan bagaimana urutan nasihat Lukman al-Hakim kepada anaknya yang diabadikan Allah dalam QS. Lukman 13-19.

Mengarahkan anak ke lingkaran teman yang baik. Karena teman memberikan pengaruh yang besar bagi seseorang. Ingat pula bahwa di zaman sekarang “teman” dapat hadir dalam rupa tontonan tv, situs internet, medsos, dst.

Menjadi teladan yang baik (qudwah) bagi anak-anaknya. Jangan sampai perkataan berbeda dengan perbuatan. Padahal qudwah dengan perbuatan itu lebih mengena daripada perkataan.

Di akhir bukunya, Syaikh Abdurrazzaq menegaskan bahwa 8 pilar tersebut merupakan bagian dari upaya. Selanjutnya, hal yang terpenting bagi orangtua adalah menyerahkan segala urusannya kepada Allah semata, termasuk dalam menjaga dan memperbaiki anak-anaknya.

“Aku tidak mengira ada seseorang yang bertakwa kepada Allah dalam (menjaga) anak-anaknya, dan ia menempuh jalan syariah dalam mengarahkan mereka, melainkan Allah akan memberikan petunjuk kepada anak-anaknya.” (Syaikh Ibnu Ustaimin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s